Setiap hari kita menggunakan HP, Komputer, Kendaraan, Baterai, TV, Lampu.Mencuci baju menggunakan mesin, Menulis menggunakan laptop, Menggambar menggunakan stylus, Bersosialisasi menggunakan Handphone, dan lain lain.
Lalu apakah bisa kita hidup tanpa semua itu? Bagaimana kalau semua sumber daya mati, bahkan kendaraan?
Aku suka alur cerita filem ini, cerita campuran dari drama dan komedi yang juga memiliki pesan moral, dari cerita bagaimana sebuah keluarga ini hanya seperti keluarga biasa-biasa saja yang memiliki dinamika setiap hari, sampai mereka bisa saling membantu, merangkul satu sama lain, untuk berjuang hidup.
Sebuah kepemimpinan yang diperankan oleh seorang ayah, yang selalu ingin keluarganya mendapatkan yang terbaik.
Meskipun sedikit kurang masuk akal untuk beberapa hal, tapi menurut aku film ini lebih mementingkan ke pesan-pesannya, bukan masuk akalnya. Jadi filem ini aku rekomendasikan untuk ditonton.
Penulis cerita ini sangat pintar untuk memasuki komedi kedalam situasi-situasi menegangkan, walaupun ada bagian yang kurang pas untuk ditertawakan, bagian saat ayahnya tenggelam dan hanya ditemukan rambut palsunya. Sejumlah penonton pasti akan tertawa kecil karena memang lucu, tapi saatnya kurang tepat karena di saat itu ayahnya baru saja terbawa arus, dan keluarganya sedang berduka, sehingga pesan pengorbanan seorang pemimpin menjadi hilang terbawa suasana komedi lucu. Jadi karena adanya gabungan drama dan komedi penonton akan lebih susah untuk mendapatkan kesedihan yang ingin disampaikan penulis.
Di samping itu, para pemain karakter film ini sangat bagus, dari bapak yang sangat sibuk dan tidak mau kalah, ibu yang galak dan suka merumpi, anak cowo yang memiliki dunianya sendiri, dan anak cewe yang sangat sensitif dengan hal baru.
Perjalanan mereka yang panjang tidak merusak kekeluargaan mereka, namun di akhir cerita mempererat mereka, dan membangun karakter yang lebih baik. Sekarang bapaknya lebih memilih naik sepeda untuk ke kantornya, ibunya menjadi lebih pandai memasak, anak laki-lakinya menjadi pemain musik, anak perempuannya menjadi rajin membuat kerajinan.
Semua itu datang dari perjalanan mereka menuju Kagoshima. Mereka bertemu orang-orang banyak yang mengajarkan mereka untuk lebih mandiri dan mengontrol diri.
Banyak pesan-pesan penting yang disampaikan oleh penulis film ini, namun tidak semuanya bisa ditangkap oleh penonton.
Sayangnya film ini tidak berakhiran mulus. Transisi dari mereka di Kagoshima sampai tiba-tiba mereka tiba di tempat asalnya lagi.
Di Riview ku ini aku diminta untuk memberikan 3 poin poin penting, yaitu V.I.P
- Value (Nilai dari film)
- Insight (Wawasan baru)
- Part (Bagian yang aku suka)
1
Apa yang kamu lakukan jika ada masalah yang terjadi? Bereaksi.
Sebelum bereaksi, pasti ada rencana untuk menghadapi masalah itu.
Keluarga di film ini tidak akan kemana-mana tanpa adanya rencana solusi.
Tapi mskipun keluarga ini memiliki rencana tapi tidak ada eksekusi, mereka juga tidak akan kemana-mana. Disini peran pemimpin menjadi sangat penting, tanpa adanya seorang bapak dalam film ini mereka tidak akan bertindak untuk mengatasi masalahnya. Mereka hanya akan diam di apartemen kecil mereka, berdiam di zona nyaman mereka. Sampai akhirnya makanan, minuman akan habis di daerah mereka.
Tapi karena adanya sosok pemimpin disini, mereka bisa fokus memecahkan masalah dengan mengeksekusi rencana yang bisa membantu mereka bertahan hidup. Simpelnya, pemimpinlah yang akan membantu sebuah rencana berjalan.
Pemimpin juga harus ingin berkorban untuk yang lain, seperti di adegan dimana bapak di film ini tenggelam demi membawa barang-barang ke seberang kali disaat hujan yang membuat arus air semakin deras.
Pada adegan di jalan tol mereka bertemu dengan orang-orang 'pintar' yang lebih mengerti soal bertahan hidup, ayahnya menjadi minder dan merasa tidak mau kalah. Dia tetap merasa caranya yang paling baik walaupun keluarganya sudah diberi ilmu dari orang-orang itu cara mendapatkan makanan dan minuman dalam keadaan seperti ini.
Yang bisa aku dapat adalah, sebagai pemimpin kita jangan pernah merasa kita yang paling tahu, hebat dan benar. Kita tetap harus menerima saran dan masukan dari orang lain. Meskipun kita merasa sudah baik dalam suatu hal. Selalu mau untuk menerima pelajaran dari orang lain. Siapa tahu wawasan kita akan lebih terbuka
2
Susah menghadapi kesulitan yang kita hadapi sehari hari, tapi kita harus selalu ingat bahwa pasti ada orang yang mau membantu kita. Di filem ini ditunjukan saat mereka sedang kelaparan, ada orang yang tidak segan memberi mereka bagian dari makanannya. Jadi jangan merasa kesepian, pasti ada orang yang mau membantu
Walaupun kadang keadaan/jalan terasa buntu, keluarga ini selalu mencari solusi. Saat mereka kelaparan, mereka makan makanan kucing, saat jembatan sungai hilang mereka coba berenang.
Tugas pemimpin adalah untuk memandu pengikutnya, tapi tidak setiap saat pemimpin selalu memimpin. Kadang ada saatnya pemimpin dipimpin. Seperti pada saat di filem ini keluarganya mencoba melewati terowongan, mereka yakin bahwa mereka bisa sampai pada ujung terowongan. Namun ternyata mereka tidak bisa lihat apa apa, sehingga mereka meminta bantuan dari orang tuna netra yang dapat memimpin keluarga itu sampai ujung. Jadi seorang pemimpin tidak harus selalu memimpin, kita bisa bertanya atau meminta bantuan pada orang lain yang lebih bisa.
3
Di tempat bapak - bapak yang berternak babi aku merasa sangat senang dan lega. Keluarganya bisa bersantai-santai, mandi dengan air segar, makan puas, dan bisa tidur nyenyak di kasur. Meskipun aku sedikit curiga terhadap bapaknya, karena mukanya seram dan aku sedikit bertanya "kenapa orang ini bisa baik banget??"